Mengenal Kondisi Genetik Anodontia Yang Terjadi Pada Bayi


Anodontia adalah kondisi genetik langka di mana bayi tidak pernah mendapatkan gigi. Secara medis, kondisi ini terkadang disebut sebagai gigi hilang bawaan. Fenomena ini tentu berbeda dengan kehilangan gigi karena cedera atau masalah kesehatan gigi dan mulut.

Bagaimana diagnosisnya?

Secara umum, dokter akan mendiagnosis bayi dengan anodontia jika tidak ada gigi yang erupsi pada usia 13 bulan. Selain itu, kecurigaan juga bisa muncul saat anak berusia 10 tahun memiliki gigi permanen.

Jika itu terjadi, dokter gigi akan menggunakan rontgen untuk memeriksa kondisi gigi di gusi. Karena pada beberapa kasus ada juga bayi yang giginya lebih panjang dari bayi seusianya.

Hasil rontgen ini menjadi pedoman bagi dokter dalam menegakkan diagnosis. Jika Anda tidak melihat gigi yang erupsi, bayi Anda mungkin mengalami anodontia.

Perawatan anodontik

Secara umum, anodontia dapat terjadi pada semua atau hanya sebagian gigi. Ketika seseorang hanya memiliki anodontia parsial, itu disebut anodontia parsial.

Ada dua jenis kasus anodontia parsial, yaitu hipodonsia yang terjadi ketika satu sampai lima gigi permanen dicabut. Kedua, ada oligodontia yang terjadi ketika lebih dari enam gigi permanen rusak.

Tidak ada cara untuk merangsang pertumbuhan gigi dalam kasus anodontia. Namun, ada beberapa cara Anda bisa menambahkan gigi palsu untuk mempermudah makan dan berbicara, antara lain:

Gigi palsu yang bisa dilepas

Juga dikenal sebagai gigi palsu, ini adalah gigi palsu lepasan yang menggantikan gigi asli. Ini adalah jenis perawatan yang paling efektif untuk anodontia lengkap. Biasanya, metode pengobatan ini bisa ditawarkan saat anak berusia tiga tahun.

jembatan gigi

Tidak seperti gigi palsu, jembatan gigi tidak dapat dilepas karena mengisi rongga yang disebabkan oleh gigi yang hilang. Ini adalah rekomendasi perawatan bagi mereka yang hanya memiliki beberapa gigi yang tidak tumbuh.

okulasi

Metode implan gigi dilakukan dengan menambahkan akar gigi tiruan pada rahang sehingga dapat menopang gigi tiruan dengan baik. Jenis perawatan ini terlihat dan terasa sangat mirip dengan gigi asli.

Sebagian besar kasus anodontia selesai dan beberapa terjadi dengan gigi permanen. Orang tua harus mewaspadai kemungkinan hal ini terjadi jika anak tidak memiliki gigi permanen hingga usia 12-14 tahun.