Beberapa Cara Tepat Untuk Mengembalikan Fokus


Setiap hari kita dihadapkan pada aktivitas yang membutuhkan konsentrasi. Ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengembalikan fokus kita. Pendekatan yang dipilih secara alami berbeda dari orang ke orang. Apa yang efektif untuk satu orang mungkin tidak sama untuk orang lain. Setelah mencoba berbagai metode, menjadi jelas belut mana yang efektif.

Bagaimana cara melatih fokus yang efektif?

Membiarkan pikiran Anda mengembara atau melakukan lebih dari satu hal pada satu waktu tanpa menjadi diri sendiri hanya akan membuat tugas menjadi macet. Melakukan tugas dengan cepat dan hati-hati membutuhkan latihan fokus. Berikut beberapa cara melatih fokus yang bisa Anda coba:

Rehat dari hal digital

Otak dan tangan seolah selalu ingin membuka hal – hal digital. mungkin ini saatnya mencoba detoks digital. Caranya bisa berbeda untuk setiap orang, mulai dari membatasi akses harian ke media sosial, mematikan notifikasi atau menghapus aplikasi dari ponsel.

Pada awalnya, detoks digital akan sulit karena kebiasaan yang terbentuk selama bertahun-tahun. Namun jika berhasil, sepertinya agak membuang-buang waktu untuk mengakses media sosial selama ini.

Buat daftar tugas

Daftar tugas yang dilakukan dalam jangka waktu tertentu, mulai dari harian, harian, atau bulanan. Daftar ini dapat ditulis langsung di atas kertas atau dengan aplikasi di ponsel Anda. Keduanya sama-sama efektif, yang lebih disukai.

Fokus pada tugas

Setelah Anda membuat daftar tugas atau daftar tugas, pilih jenis tugas serupa untuk dikerjakan secara bergantian. Misalnya, jika ada pekerjaan yang menghitung dan menulis kategori, kelompokkan berdasarkan masing-masing. Dengan demikian, pekerjaan dari satu tugas menuju tugas lainnya akan berjalan lebih lancar.

Waktu Tidur Yang Cukup

Begadang semalaman untuk menyelesaikan pekerjaan hanya akan mempersulit seseorang untuk berkonsentrasi. Tak hanya itu, tidur kurang dari waktu ideal juga berdampak negatif pada daya ingat, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Untuk meningkatkan kualitas tidur, jangan terlalu banyak minum kopi di siang hari, jangan melihat perangkat elektronik sebelum tidur, dan ciptakan suasana kamar tidur yang nyaman, seperti kurang cahaya saat tidur. Apa pun penyebab penurunan fokus Anda, kurang tidur, banyaknya kerjaan atau suasana hati yang buruk dapat menurunkan kinerja Anda sehari – hari.

Ingin Menginap di Hotel Selama Pandemi ? Waspadai Ini


Di masa pandemi seperti ini, waktu luang untuk Anda bersama keluarga pastinya akan semakin banyak. Ada beberapa keluaega yang memilih untuk berkegiatan di rumah ada juga yang liburan. Jika Anda memilih liburan di hotel, ada beberapa hal penting yang perlu dilihat.

Sebelum memutuskan untuk menginap di hotel, ada baiknya menyimak beberapa tips menginap yang aman agar terhindar dari virus corona.
Tips aman menginap di hotel selama pandemi Covid-19

Menginap di hotel selama pandemi

Covid-19 bisa jadi menggoda bagi sebagian orang, terutama mereka yang lelah berdiam diri di rumah selama berbulan-bulan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah merilis beberapa protokol kesehatan yang harus diikuti selama menginap di hotel untuk mencegah virus corona.

Bawa hand sanitizer sendiri

Sangat disarankan untuk membawa hand sanitizer sendiri saat menginap di hotel selama masa pandemi. Hal ini dilakukan sebagai tindakan pencegahan jika hotel tidak memiliki hand sanitizer di semua kamar.
Meskipun mencuci tangan dengan sabun terbukti lebih efektif, memiliki pembersih tangan dapat membantu jika tidak ada toilet di sekitar.

Jangan lupa dIsinfektan

Di hotel banyak permukaan yang telah disentuh oleh pengunjung lain. Oleh karena itu, disarankan agar Anda membawa disinfektan sendiri untuk membersihkan permukaan yang Anda sentuh. Meskipun hotel dibersihkan secara teratur, mungkin ada permukaan atau benda yang luput dari perhatian.
Permukaan yang sering disentuh, seperti gagang pintu atau jendela, hingga semprotan toilet harus menjadi prioritas.

Hindari tempat ramai

Meski hotel telah menerapkan protokol kesehatan di tempat umum, tak ada salahnya menjauhi tempat keramaian di dalam gedung hotel untuk mencegah penularan Covid-19. Karena akan banyak tamu yang datang, risiko penularan Covid-19 pun semakin besar.

Perhatikan ventilasi kamar hotel

Jika ventilasi kamar hotel ditutup dengan baik, dikhawatirkan virus Covid-19 bisa tinggal di sana. Apalagi, ruang tersebut sebelumnya telah digunakan oleh pengunjung lain.
Jika memungkinkan, hindari sirkulasi udara dari air conditioner (AC) atau kipas angin. Kemudian buka jendela kamar hotel untuk meningkatkan ventilasi dari luar jika memungkinkan.

Beberapa Dana Yang Harus Dipersiapkan Untuk Anak


Kebutuhan dana darurat menjadi pondasi utama yang harus dipersiapkan dalam setiap perencanaan keuangan. Dana juga akan bertambah seiring dengan bertambahnya keluarga. Bagi pengantin baru, dana darurat berbeda dengan memiliki anak. Anak tanggungan yang tidak mampu menghidupi diri sendiri secara alami membutuhkan dana darurat yang lebih banyak daripada orang tua usia produktif.

Menyiapkan dana darurat bagi anak Anda sebenarnya sama saja seperti anggota keluarga lainnya. Dibutuhkan saldo tabungan yang diambil baik dari anggaran bulanan maupun dari pendapatan tahunan seperti bonus dan THR. Penempatan dana darurat untuk anak sama yaitu tunai, mudah dicairkan kapan saja, mudah diakses dan cukup untuk menutupi kebutuhan belanja minimal 12 bulan ke depan. Lalu untuk apa dana darurat untuk anak biasanya digunakan, beserta kegunaannya.

Dana Kesehatan Anak

Sistem imun yang belum matang sejak masa kanak-kanak hingga usia prasekolah menjadi predisposisi anak terhadap penyakit, umumnya mengalami 6-8 penyakit per tahun. Penyakit yang biasa terlihat pada anak-anak, seperti penyakit pernapasan, bintik merah, gangguan pencernaan, dan jatuh. Anak-anak yang telah mencapai usia prasekolah atau anak-anak yang pergi ke tempat penitipan anak setiap hari sangat berisiko tertular penyakit teman-teman mereka. Terkadang penyakitnya tidak begitu parah sehingga rawat inap tidak diperlukan, tetapi pengobatan diperlukan.

Dana Pendidikan Anak

Menggunakan dana pendidikan anak di sini bukan artinya kita tidak mempersiapkan dana tersebut. Dana pendidikan harus disiapkan sejak usia dini karena pendidikan merupakan hal penting untuk anak dalam edukasinya. Namun, seringkali kita dihadapkan pada situasi di mana keadaan yang tidak terduga perlu mengubah rencana dana pendidikan yang telah kita persiapkan sebelumnya. Kita mungkin sudah merencanakan sebelumnya bahwa anak-anak kita akan dididik di sekolah memakai kurikulum internasional. Namun, karena keadaan tertentu, seperti kehilangan pendapatan atau tempat tinggal yang pindah karena kita harus bekerja sama untuk menyekolahkan anak-anak kita ke sekolah lain yang terjangkau.

Dana sosial anak

Perlu juga dicatat bahwa dana sosial anak adalah item keuangan yang sering dilupakan orang tua. Orang tua cenderung hanya menyiapkan biaya sekolah anaknya, namun lupa bahwa dalam menunjang pendidikan anaknya secara finansial, membayar uang sekolah bukan salah satu biayanya, tapi juga kehidupan sosial anak. Semakin mahal biaya sekolah, semakin mahal pula lingkungan sosial di sekolah, karena anak akan cenderung mengikuti gaya hidup teman sekelasnya. Oleh karena itu, ini adalah salah satu dana yang harus disiapkan orang tua untuk mendukung anak-anak mereka dengan baik.

Jaga Pola Makan Anak Biar Sehat Selama Masa Pandemi


Di masa pandemi ini, anak-anak terpaksa tinggal di rumah dan jarang berolahraga. Aktivitas sekolah dan memindahkan tempat bermain ke rumah sendiri dapat berdampak negatif bagi kesehatan anak, terutama risiko tinggi obesitas yang mengintai. Oleh karena itu, orang tua perlu mengetahui cara makan sehat untuk anaknya selama masa pandemi.
makanan sehat

Mengapa nutrisi sehat sangat penting bagi anak-anak selama pandemi

Berdasarkan penelitian, ditemukan 1 dari 3 anak pada tahun ini mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi peningkatan risiko obesitas pada masa kanak-kanak selama pandemi. Faktor utamanya adalah aktivitas fisik yang rendah dan pola makan yang tidak sehat, terutama kebiasaan mengonsumsi makanan jajanan dan makanan kemasan yang tidak mengandung gizi serta tinggi pengawet dan pemanis buatan.

Padahal, aktivitas sosial seperti bermain dengan teman, sedikit rutinitas, makan berlebihan dan stres sudah menjadi kebiasaan baru ketika aturan PSBB diterapkan. Saat ini persentase anak yang menggunakan gadget dan melakukan aktivitas monoton lainnya semakin meningkat.

Kurangnya olahraga yang bermanfaat dan duduk terlalu lama di depan layar hingga waktu tidur dapat meningkatkan risiko anak mengalami kenaikan berat badan dan obesitas. Stres yang terjadi akibat kebiasaan yang tidak sehat dan terbatasnya aktivitas sosial juga menimbulkan keinginan yang lebih besar pada anak untuk mencari dan memakan makanan yang disukainya.

Peran orang tua dalam hal ini sangat penting untuk mencegah anak menjadi gemuk. Pasalnya, obesitas menjadi masalah serius karena berdampak pada kesehatan anak dan kerentanan penyakit ini terhadap infeksi virus Covid-19 akibat penurunan respon imun.

Obesitas juga dapat mempengaruhi fungsi jantung dan paru-paru, menempatkan anak-anak pada risiko yang lebih besar untuk penyakit jantung dan stroke. Orang tua juga harus waspada karena obesitas pada anak dapat menjadi komorbiditas atau penyakit penyerta yang memperparah infeksi Covid-19.

Bagaimana cara mengatur pola makan yang baik untuk anak?

Untuk menghindari risiko menurunnya kesehatan anak di rumah, sebaiknya orang tua merancang dan menerapkan pola hidup sehat bagi anaknya, terutama yang berkaitan dengan pola makan yang sehat dan bergizi. Namun, orang tua harus mendukung pola makan sehat untuk anak-anak mereka dan menghindari mereka dari makanan yang tidak kekurangan gizi.