Cuma Rashford yang Punya Masa Depan Cerah, Dari Semua Pemain MU Saat Ini

Paul Ince sudah mengatakan bahwa dari semua pemain Manchester United saat uni cuman seorang Marcus Rashford yang memiliki masa depan yang sangat bagus di Old Trafford nantinya. sejak di tinggalkan oleh pelatih Sir Alex Ferguson, perfoma Manchester United turun dratis , mereka sampai saat ini tidak pernah juara Primer League lagi.

Bahkan untuk masuk ke 4 besar saja mereka sangat kesusahan . situasi nya semakin rumit yang di karenakan manajemen sangat sulit untuk memberikan dana yang besar agar bisa membeli pemain bintang agar bisa membantu tim nya menjadi tim yang haus gelar Juara.

Di musim ini Skuat United sudah di huni oleh pemain muda, namun sebagian dari mereka selalu di kritik yang di karenakan tidak cocok untuk membela Setan Merah. namun itu selalu di paksakan oleh Pelatih MU ole gunnar solskjaer.

Paul Ince juga memberikan komentar nya dengan hal tersebut dengan situasi yang di alami oleh MU. ia juga mengungkapkan bahwa skaut saat ini hampir semua pemain tidak layak menjadi pemain Manchester United. namun ada perkecualian yakni Marcus Rashford.

Marcus Rashford saat ini bisa di katakan menjadi pemain bintang dan mungkin bisa menjadi karir yang sangat hebat di musim musim selanjut nya.
” Para Fans Manchester United sudah terbiasa melihat pemain pemain yang sangat hebat karena mereka berasal dari satu dekade yang sangat lama. namun saat ini mereka mungkin cuman melihat Marcus Rashford yang memiliki karir yang sangat bagus ” buka Paul Ince .

Pada saat itu Paul Ince membela United di akhir tahun 1980 hingga sampai awal 1990. ia juga mengakui bahwa ia bergabung dengan united untuk memenangi banyak gelar juara. namun saat ini skuat Mu tidak memiliki mental juara seperti dirinya.

Saat ini Manchester United masih tertenger ke posisi ke 5 klasemen dan masih tertinggal 4 poin dari Chelsea yang di posisi ke 4 Primer League.

Lini Serang MU Lebih Tajam Dari Lini Serang Liverpool, Begini Komentar Solskjaer

Bos Manchester United, Ole Gunnar Solskjae mengomentari dengan skuat Trio Lini serang nya. saat ini Solskjaer sudah amat senang dengan Mason Greenwood, Anthony Martial dan Marcus Rashford yang berhasil melampaui Skuat lini serang yang di miliki oleh Liverpool.

Pada tahun 2017 yang lalu Penyerang yang di miliki oleh Liverpool ini merupakan Lini serang yang di takuti oleh Klub lain nya ketika menghadapinya. mereka berkombinasi dengan Sadio Mane di sebelah kiri, Roberto Firmino sebagai ujung tombak dan Mohamed Salah di sebelah kanan. dengan begitu mereka selalu mencetak gol di sepanjang musim.

Namun pada musim 2019/2020 ketajaman yang di miliki oleh Liverpool sudah berhasil di salip oleh Lini serang Manchester United mereka terdiri dari Marcus Rashford, Anthony Martial dan Mason Greenwood. dengan pemain tersebut kini mereka sudah membuat 39 gol dengan selisih 1 gol nya saja dari mereka Liverpool.

Dengan keunggulan gol membuat Solskjaer menilai bahwasan nya ketiga pemain tersebut sudah menemukan permainan yang sangat chemistry.pasalnya mereka sudag bermain dengan cukup lama di United sehingga tidak heran lagi mereka bisa membuktikan dirinya tersebut.

Solskjaer mengungkapkan bahwa dengan sering latihan dan bermain bersama itu bisa membuat mereka saling memahami satu sama lain sehingga bisa membuat peluang hingga menjadi gol.

” Sekarang anda bisa melihatmnya ketika mereka bermain. mereka sudah bisa memahami satu rekan nya sehingga mereka bisa menentukan posisi yang baik, apa lagi saya memainkan nya di Premier League dan hasilnya mereka bisa mencetak 4 gol ” buka Solskjaer .

” jadi saya sangat percaya bahwa beberapa tahun kedepan nya kami bisa mengandalkan pemain kami agar bisa mencetak banyak gol dan meraih kemenangan yang menyakinkan ” lanjutnya

Pada pekan ini Manchester United akan menghadapi Liverpool yang mungkin tidak ada mengandalkan trio andalan nya seperti Mason Greenwood, Anthony Martial dan Marcus Rashford yang di karenakan cedera

MANCHESTER UNITED MEMBANTAI TANPA BALAS 4-0 ATAS CHELSEA

Manchester United memberikan pelajaran keras pada Frank Lampard dalam tugas pertamanya di Liga Premier sebagai pelatih Chelsea dengan kemenangan 4-0 di Old Trafford pada hari minggu.

Marcus Rashford membuka gol bagi United dari titik penalti pada 18 menit, tetapi Chelsea membentur mistar gawang 2 kali melalui Emerson Palmieri dan Tammy Abraham sebelum akhir babak pertama yang menjanjikan.

Chelsea memiliki lebih banyak peluang dan lebih banyak kepemilikan tetapi kombinasi kesia-siaan di depan gawang dan kesalahan defensif membuat mereka begitu mahal, karena Anthony Martial menggandakan keunggulan United dan Rashford menggandakan golnya dalam waktu 2 menit babak kedua.

Pemain penandatanganan musim panas Daniel James datang dari bangku cadangan untuk menyelesaikan kemenangan bagi tim Ole Gunnar Solskjaer, yang dipandu ke bersih di pertandingan pertama musim ini dengan penampilan meyakinkan dari Aaron Wan-Bissaka dan Harry Maguire pada debut Liga Premier mereka untuk klub.

Spekulasi tersebar luas menjelang kick-off tentang bagaimana Chelsea akan membentuk Lampard, tetapi pada saat Abraham telah membentur tiang gawang dalam waktu 4 menit ada kejelasan lengkap dan total bagi Chelsea di sini untuk menyerang.

Apa yang tidak ada dalam rencana permainan Chelsea adalah untuk melemahkan permulaan positif mereka dengan kesalahan pertahanan dengan Kurt Zouma pelakunya utama ketika umpannya yang menyimpang melintasi kotak menemukan Martial, yang melepaskan tembakan tajam ke arah Kepa Arrizabalaga 7 menit kemudian.

Zouma lolos dengan kesalahan pertamanya tetapi hukuman kedua dihukum. Setelah wasit Anthony Taylor memainkan keunggulan cemerlang setelah melakukan pelanggaran terhadap Andreas Pereira, bek asal Prancis itu dengan sia-sia menjatuhkan Rashford, memberikan penalti kepada penyerang United yang dia kirimkan tanpa ampun ke sudut atas gawang.

Chelsea mendorong untuk menyamakan kedudukan sebelum jeda saat kecepatan rendah Ross Barkley diselamatkan oleh kaki David de Gea. Dan ketika itu selang defensif antara Wan-Bissaka dan Victor Lindelof melihat umpan silang tanpa tujuan menemukan Emerson di ruang kosong di tiang belakang, tiang gawang itu datang untuk menyelamatkan United untuk kedua kalinya ketika tendangan jarak dekat bek sayap itu melambung dari mistar.

Sanchez akan pergi dari MU

Alexis Sanchez yang dikatakan ingin memotong masa liburnya dan dia akan kembali pada pra musim lebih cepat agar kondisinya fisiknya lebih cepat membaik. Alexis Sanchez ingin paksa kepindahannya dari Old Trafford. Ia yang mulai tidak bahagia bermain dengan skuat Manchester United.

Semenjak memperkuat Manchester United di bulan Januari 2018 lalu Alexis Sanchez yang masih belum bisa menunjukkan dirinya sebagai pemain yang tepat bagi skuat utama Setan Merah. Mantan pemain Arsenal tersebut yang sering dicadangkan dikarenakan dia yang sering mendapatkan cedera.

Dia yang tidak dapat memenuhi ekspektasi dimasa Jose Mourinho, dan di masa Ole Gunnar Solskjaer lebih sering duduk dibangku cadangan. Sebagai pemain yang mempunyai gaji terbesar, Jasa Alexis Sanchez yang paling di sia-siakan oleh Manchester United.

Kabar akan hengkangnya Alexis Sanchez telah diketahui seiring jalannya musim ini. Seperti yang dilansir dari The Sun, Manchester United dikatakan telah tidak berharap banyak dari Alexis Sanchez, namum Setan Merah yang masih sulit untuk temukan tim yang ingin merekrut Alexis Sanchez.

Gaji yang mencapai 505 ribu per pekan merupakan salah satu masalah utama bagi Sanchez. Dengan kualitas permainnya pada saat ini, belum ada klub yang ingin menerima mantan pemain bintang Arsenal tersebut. Setan Merah kabarnya ingin patungkan untuk membayar gajinya untuk melepaskan sang striker.

Saat ini, Sanchez kelihatannya memang sudah sadar bahwa ia bukan pemain yang masih diandalkan oleh MU. Dan dia sudah bersiap untuk tinggalkan Inggris. Kabarnya Sanchez akan hijriah kembali ke Italia.